06 Mei 2012

Hikmah Puasa di Bulan Ramadhan


Berkat rahmat dan karunia-Nya kita kembali diberi kesempatan untuk bertamu dan menghadiri hidangan suci yang disuguhkan oleh Allah Rabbul alamin, di sepanjang bulan suci Ramadlan ini. Suguhan-suguhan yang dihidangkan oleh Allah di bulan yang mulia ini, tak lain ialah rahmat, ampunan, berkah, pelipatan pahala, terbukanya pintu-pintu surga, tertutupnya pintu-pintu neraka, pembebasan dari siksa api neraka, dan sebagainya. Undangan untuk menghadiri perjamuan besar yang suci ini telah disebarkan, dan Allah swt telah membukakan pintu selebar-lebarnya untuk siapa saja yang bersedia datang memenuhi undangan-Nya ini. Siapakah gerangan manusia yang lebh celaka daripada mereka yang dengan bodohnya mengabaikan undangan Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang ini?

Bagaimana caranya kita menghadiri undangan ini dan mereguk semua hidangan yang disediakan dengan melimpah ruah ini? Tak lain ialah dengan mengamalkan perintah dan memenuhi seruan Allah untuk melaksanakan kewajiban bulan suci ini, yaitu pusa, meninggalkan makan dan minum mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Selain makan dan minum, ada lagi beberapa perbuatan yang harus ditinggalkan dan tidak boleh dilakukan selama berpusa itu. Tentu saja kita berusaha untuk tidak merasa puas hanya dengan meninggalkan makan, minum dan beberapa perbuatan lain. Dalam rangka meraih jamuan yang disediakan sebanyak mungkin, Allah swt telah menyediakan berbagai amalan sunnah yang mesti dilakukan. Mulai dari salat malam, dan solat-solat sunnah lain di bulan suci ini, membaca Al-Quran, membaca dzikir dan doa-doa sebagaimana yang diajarkan dalam Islam, sedekah kepada fakir miskin, membantu mereka untuk ikut melaksanakan ibadah puasa dengan baik, dan masih banyak lagi amalan yang sunnah-sunnah, yang sangat ditekankan untuk dilakukan di bulan Ramadlan ini.

Kita berdoa kepada Allah swt, memohon pertolongan, inayah dan taufik-Nya, agar kita dapat memenuhi undangan Allah dan menghadiri jamuan suci yang disediakan-Nya, serta dapat menyantap hidangan-hidangan rohani dan maknawi yang melimpah ruah tiada habisnya ini, sehingga kita akan keluar dari jamuan suci ini dengan membawa sepenuh berkah, rahmat, ampunan dan karunia Ilahi Rabbi. Lalu, dengan menjadikan semua itu sebagai bekal untuk melanjutkan perjalanan hidup ini, insya Allah kita akan sampai ke tujuan yang diinginkan, yaitu derajat taqwa yang setinggi-tingginya dan menjadi hamba Allah yang sebenarnya. Semoga Allah menjauhkan kita kerugian orang-orang yang merugi, yang keluar dari bulan suci ini tanpa memperoleh apa pun kecuali lapar dan dahaga.

Sebagaimana acara-acara khusus bulan Ramadlan yang sudah-sudah, kali ini pun kita hiasi acara kita ini dengan khutbah Rasul Allah saww, yang beliau sampaikan menyambut kedatangan bulan suci ini, dan mengingatkan kepada umat beliau kepada kemuliaan dan berkahnya yang melimpah. Kita dengarkan cuplikan khutbah Nabi saww tersbeut setelah selingan musik sekilas berikut ini.

"Wahai manusia, telah tiba bulan Allah dengan berkah, rahmat dan ampunan, menjemput kalian. Bulan yang merupakan sebaik-baik bulan di sisi Allah. Hari-harinya adalah sebaik-baik hari. Malam-malamnya adalah sebaik-baik malam. Di bulan ini kalian diundang untuk bertamu kepada Allah. Di bulan ini, desahan nafas kalian akan dihitung sebagai tasbih, tidur kalian sebagai ibadah, amal kalikan diterima.

Tanggapan Pembaca:

0 komentar:

Jasa Web Murah

Kabar UPI