09 Mei 2012

Hikmah Puasa di Bulan Ramadhan (Sesi 4)


Sejak beberapa tahun terakhir ini umat muslimin selalu menjadi bulan-bulanan dan sasaran propaganda beracun negara-negara Barat, yang berusaha menampilkan wajah muslimin sebagai manusia-manusia yang beringas, kejam dan primitif. Diantara tujuan semua itu ialah membendung laju pertumbuhan dan penyebaran agama Islam, yang sesungguhnya penuh dengan daya tarik, terutama di dunia Barat sendiri.

Akan tetapi, gambaran yang diberikan oleh Al-Quranul Karim tentang seorang muslim, adalah gambaran seorang yang memiliki sikap lemah lembut dan logis. Seorang muslim membangun gaya hidupnya berdasarkan petunjuk-petunjuk Al-Quran yang indah, dan di bawah sinar ajaran-ajarannya yang memberikan kebahagiaan, ia membairkan makna dan arah di dalam hidupnya. Salah satu ajaran Al-Quran ialah berkata baik dan jujur.

Di sebagian dari Ayat 83 Surat Al-Baqarah, kita baca firman Allah yang artinya, "Dan katakanlah hal-hal yang baik kepada manusia." Seorang muslim memandang dirinya berada dalam ikatan yang kuat dengan seluruh manusia, dan meyakini bahwa semua manusia adalah ciptaan Allah swt, dan memiliki kehormatan di sisi-Nya. Untuk itu tidak ada siapa pun yang berhak melanggar kehormatan orang lain, dan ketika bersikap terhadap orang lain, bahkan dalam berkata-kata kepadanya, ia akan bersikap dengan baik dan benar.

Oleh sebab itu, pengikut hakiki Al-Quran akan selalu berusaha menjalin hubungan yang baik dengan semua manusia, dan memenuhi kehidupan bermasyarakatnya dengan kebaikan dan kasih sayang. Pada hakekatnya, ajaran-ajaran Islam menganggap bertutur kata dengan baik dan sopan sebagai sifat mulia seorang manusia beriman. Dalam salah satu haditsnya, Rasul Allah saww bersabda, "Wajah ceria dan bibir tersenyum, adalah kemuliaan lain yang harus diperhatikan oleh seorang muslim dalam bersikap kepada orang lain."

Al-Quranul Karim juga mengatakan bahwa diantara ciri-ciri seorang mukmin yang baik ialah mendengarkan kata-kata orang lain dan mengikuti yang baik. Dalam Ayat 18 Surat Az-Zumar, Allah memuji orang yang mendengar perkataan orang lain lalu memilih yang terbaiknya untuk diikuti, dengan mengatakan bahwa mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk dan orang-orang yang berakal. Dengan demikian, seorang muslim adalah seorang yang berpikiran terbuka, tidak sempit hati, sehingga mau mendengarkan perkataan orang lain. Akan tetapi, seorang muslim juga memiliki sikap kritis, kemampuan mengolah dan memilih. Dan ia akan mengikuti apa saja yang baik dan sesuai dengan keyakinannya, dan menolak apa saja yang bertentangan dan tidak sesuai dengannya. Semua itu ia lakukan dengan sikap yang logis, bijaksana dan jauh dari kekerasan.

Jika kita perhatikan dengan teliti, maka akan kita saksikan bahwa dunia dengan segala keindahannya ini adalah fana dan tidak kekal. Seseorang yang sedemikian cinta kepada bunga, tidak akan dapat berlama-lama menikmati keindahan serta semerbak wanginya, karena segera angin mamiri akan bertiup membuatnya layu, lalu gugur berserakan di atas bumi. Menurut Imam Ali as, "Dunia adalah tempat yang telah diliputi oleh berbagai bala dan bencana. Keadaan dan kondisinya tidak pernah tetap,karena ia selalu dalam keadaan berubah-ubah dan tidak stabil, sehingga orang yang mengikatkan diri kepadanya tidak akan selamat.

Sesungguhnya seseorang mencari kekasih yang kekal, sehingga ia akan dapat menambatkan hati kepadanya untuk memperoleh ketenangan jiwa selamanya. Allah swt adalah hakekat yang tak terbatas dan paling agung, dimana seluruh kehidupan alam yang tampak ini, merupakan bukti keagungan dan kemaha-sempurnaan kekuasaan-Nya. Iman kepada Tuhan yang Esa akan mengalirkan cinta dan ma'rifat ke seluruh wujud manusia. Para ahli suluk dan irfan mengatakan, "Mengenal Allah akan mendatangkan cinta kepada-Nya, dan kunci cinta kepada Allah ialah dzikir dan mengingat-Nya."

Dzikir adalah sebuah amalan hati. Seseorang bertanya kepada Rasul Allah saww, "Aku ingin menjadi hamba yang khusus dan istimewa di sisi Allah swt. Bagaimanakah caranya?" Rasul Allah saww menjawab, "Banyak-banyaklah berdzikir mengingat Allah swt, maka engkau akan menjadi hamba yang khusus di sisi-Nya." Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat tepat sekali untuk berdzikir dan mengingat Allah. Di bulan ini pintu-pintu rahmat Ialhi, dibuka untuk semua orang, sehingga doa dan munajat seseorang akan terkabulkan.

Membaca Al-Quran, doa-doa harian, doa pembuka atau iftitaah, doa sahar dan istighfar, adalah bagian dari dzikir-dzikir yang sangat dianjurkan untuk dibaca di bulan Ramadhan ini. Untuk itu marilah kita baca Al-Quran dan doa-doa yang diajarkan oleh Rasul Allah saww dan para Imam Ahlul Bait as, terutama doa-doa yang khusus dibaca di bulan mulia ini, dalam rangka berdzikir kepada Allah, untuk membersihkan jiwa dan menyucikan hati kita. Tak lupa kita berdoa, memohon pertolongan Allah agar menjadikan kita termasuk diantara orang-orang yang disucikan dengan Ramadhan ini, sehingga kita akan keluar dari bulan ini sama seperti bayi yang baru saja keluar dariperut ibunya.

Tanggapan Pembaca:

0 komentar:

Jasa Web Murah

Kabar UPI