22 Mei 2012

Hikmah Puasa di Bulan Ramadhan (Sesi 9)


Dalam surat Ath-Thalaq ayat 2 dan 3 Allah SWT berfirman:

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Yang artinya:

"Barang siapa bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar kepadanya dan melimpahkan rizki-Nya dengan cara yang tidak ia perkirakan. Barang siapa bertawakkal kepada Allah maka Allah akan memberikan kecukupan kepadanya."

Taqwa berarti menjaga dan menjauhkan diri dari segala sesuatu yang dilarang oleh Allah swt. Penjagaan taqwa merupakan masalah yang sangat penting dan fital dalam kehidupan manusia. Mungkin masing-masing dari kita, dengan cara dan kondisi tertentu, pernah mengalami hakekat dan kebenaran Ayat tersebut di atas. Yaitu bahwa berkat taqwa dan tawakkal kepada Allah swt, maka kita merasakan kemudahan karena pertolongan Allah ketik amenghadapi suatu kesulitan.

Dalam berbagai kitab tafsir disebutkan bahwa Ayat-Ayat ini merupakan salah satu Ayat Al-Quran yang memberikan harapan kepada manusia. Berdasarkan Ayat ini, siapa pun yang menjauhi semua bentuk kejahatan dan dosa, maka jalan keselmatan dari keuslitan akan terbuka untuknya. Oleh karena perbuatan dosa tidak sesuai dengan watak asli atau fitrah suci manusia, maka dosa akan mengotori dan mempersempit jiwa dan hati manusia, sehingga ia akan terhalang untuk mencapai ketinggian dan kemuliaan di sisi Allah swt.

Yang demikian ini adalah suatu hakekat yang ditekankan dalam kamus agama; yaitu barang siapa menjauhi perbuatan dosa maka ia akan memperoleh jalan keselamatan dari segala macam kesempitan dan kesulitan. Dengan taqwa, jiwa manusia akan memperoleh perasaan lapang dan semangat. Dalam kondisi seperti ini, seseorang akan merasakan pintu-pintu rahmat Allah terbuka untuknya, dan Allah pun akan mencurahkan rizki-Nya kepada hamba-Nya ini dengan cara yangtidak ia sangka.

Pada masa Rasul Allah saww, setelah mendengar Ayat ini, sebagian sahabat Nabi tinggal di dalam rumah dan beribadah terus menerus, seraya menunggu kiriman rizki dari Allah swt. Berita tentang perbuatan sebagian sahabat ini sampai ke telinga Rasul Allah saww. Beliau pun meralat kesalahpahaman mereka dan meluruskannya dengan mengatakan, "Jika mereka berbuat seperti itu, maka doa-doa mereka tidak akan dikabulkan. Untuk memperoleh rizki Allah, kalian harus berusaha dan bekerja."

Dengan demikian jelaslah bahwa janji Allah untuk mencurahkan rizki-Nya kepada manusia dan membebaskan mereka dari kesulitan, akan terpenuhi dengan syarat manusia tersebut harus bekerja dan berusaha, seraya menjaga diri jangan sampai terjebak ke dalam perbuatan maksiat dan dosa. Saat itulah Allah akan membukakan jalan kemudahan untuknya dalam memperoleh rizki.

Nasehat lain yang sangat indah dalam Ayat ini ialah tawakkal kepada Allah swt. Tawakkal kepada Allah akan memberikan kekuatan jiwa manusia. Dalam sebuah hadits tentang tawakkal, Rasul Allah saww bersabda sebagai berikut, "Hakekat tawakkal kepada Allah ialah hendaknya manusia tidak menaruh harapan apa pun kepada makhluk, dan hanya untuk Allah-lah ia bekerja dan hanya kepada-Nya ia menggantungkan harapan. Itulah hakekat tawakkal."

*****

Rasul Allah saww bersabda, "Janganlah kalian meninggalkan makan di waktu sahur, meskipun hanya sebutir kurma. Allah swt dan para malaikat-Nya mengucapkan salam kepada para peminta ampun di waktu sahar.Untuk itu bangunlah di waktu sahar dan makanlah, atau minumlah meskipun seteguk air."

Bangun malam di waktu sahur, sekitar satu atau dua jam sebelum subuh, adalah perbuatan yang sangat dianujurkan dalam Islam. Tentu saja bangun dari tidur di saat-saat seperti itu tak lain adalah untuk beribadah kepada Allah swt, baik di bulan Ramadlan, yang sudah barang tentu memiliki keutamaan yang lebih besar, maupun di bulan-bulan lain. Di dalam Al-Quran terdapat sejumlah Ayat yang menganjurkan hal ini.

Ayat-Ayat pertama Surat Al-Muzzammil, memerintahkan kepada Nabi saww untuk bangun di tengah malam dan mengisinya dengan salat malam. Ayat keempat Surat ini juga memerintahkan agar beliau membaca Al-Quran, di waktu sahar ini. Dalam Surat Ali Imran Ayat 17, Allah juga memuji orang-orang yang beristighfar

Tanggapan Pembaca:

0 komentar:

Jasa Web Murah

Kabar UPI