26 November 2011

Marhaban Yaa Muharram 1433 Hijriah


Alhamdulillah, kami atas nama "Keluarga Besar Abu Afza Al-Ghifari" Mengucapkan Selamat Bertahun Baru Islam yang ke 1433 H, semoga kita berubah /hijrah ke yang lebih baik, mudah-mudahan uraian di bawah ini akan memberikan kita sedikit keyakinan dalam berfikir kita mengenai tahun baru hijriah, aku sungguh sangat-sangat bersyukur dengan keadaan yang diberikan Allah kepadaku tahun ini, saat dimana aku diberikan tanggung jawab yang besar dan ini masih memberi peluang kepada diriku untuk melakukan kesalahan-kesalahan yang sebenarnya aku sadar. Ya Allah ampunilah aku dan ajarilah aku untuk tidak mengulanginya ditahun yang akan datang. Oleh karena itu marilah kita bersama-sama sambut tahun baru Islam dengan banyak-banyak berdo'a, tolong jangan samakan tahun baru Islam dengan tahun baru masehi, tidak ada yang main kembang api ataupun tiup terompet yang terpenting adalah luruskan niat untuk belajar dari masalu untuk masa depan yang indah bersama Allah. Marilah kita sama-sama mengakhiri dan memulai tahun baru ini dengan do'a akhir tahun dan awal tahun. Do'a ada di bawah ini :

Doa Akhir Tahun

Artinya :

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW, beserta para keluarga dan sahabatnya.Ya Allah,segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu,sedang kami belum bertaubat,padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya,dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat.Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu. Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan,semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Amin yaa rabbal ‘alamin.

Do'a di atas dibaca 3 kali sebelum masuk waktu Maghrib pada akhir bulan Zulhijjah.




Doa Awal Tahun


Artinya :
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung. Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarganya dan sahabatnya. Amin yaa rabbal ‘alamin.

Do'a di atas dibaca 3 kali sesudah Maghrib pada malam satu Muharram

"Ya ALLAH jadikanlah sebaik-baik umur saya pada hujungnya, dan sebaik baik amal saya adalah pada akhirnya dan sebai baik hari adalah pada saat saya menemui-MU.. Dan semoga tulisan sederhana di blog saya ini mampu membuat saya berguna untuk mahlukMU yang lain ya ALLAH.."
"Saya hanyalah hamba, kabulkanlah doa saya ya ALLAH, jika tak KAU kabulkan kepada siapa lagi saya harus meminta ya ALLAH … kepada siapa lagi ya ALLAH, kemana lagi hamba harus berdoa."
"Jika esok atau ditahun hadapan nafas tidak lagi ENGKAU titipkan kepada saya, maka mudahkan saya pada saat sakaratul maut ya ALLAH dan terimalah solat-solat dan ibadah saya yang tak sempurna"  
Bulan Muharam, bulan pertama dalam kalender Hijriah. Bulan ini termasuk salah satu dari keempat bulan haram sebagaimana difirmankan Allah SWT yang artinya,

"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) din yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang
bertakwa." (At-Taubah: 36)

Empat bulan sebagaimana tersebut dalam ayat di atas adalah Muharam, Rajab, Zulkaidah, dan Zulhijah. Dalam empat bulan ini kaum muslimin diharamkan untuk berperang melawan orang kafir.
Keutamaan Muharam "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Muharam, sedang salat yang paling afdal sesudah salat fardu adalah salat malam."
(HR Muslim)

Ibnu Rajab al-Hambali mengatakan, Muharam disebut dengan syahrullah (bulan Allah) memiliki dua hikmah. Pertama, untuk menunjukkan keutamaan dan kemuliaan bulan Muharam. Kedua, untuk menunjukkan otoritas Allah dalam mengharamkan bulan Muharam. Pengharaman bulan ini untuk perang adalah mutlak hak Allah saja, tidak seorang pun selain-Nya berhak mengubah keharaman dan kemuliaan bulan Muharam.

Di samping itu, bulan Muharam juga memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah sebagaimana sabda Rasulullah saw. di atas, "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Muharam, sedang salat yang paling afdal sesudah salat fardu adalah salat malam." (HR Muslim).

Puasa pada bulan Muharam yang sangat dianjurkan adalah pada hari yang sesepuluh, yaitu yang lebih dikenal dengan istilah 'aasyuura. Aisyah--semoga Allah meridainya--pernah ditanya tentang puasa 'aasyuura, ia menjawab, "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. puasa pada suatu hari yang beliau betul-betul mengharapkan fadilah pada hari itu atas hari-hari lainnya, kecuali puasa pada hari kesepuluh Muharam." (HR Muslim).
Pada zaman Rasulullah, orang Yahudi juga mengerjakan puasa pada hari 'aasyuura. Mereka mewarisi hal itu dari Nabi Musa. Dari Ibnu Abbas r.a., ketika Rasulullah saw. tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa. Rasulullah saw. bertanya, "Hari apa ini? Mengapa kalian berpuasa?" Mereka menjawab, "Ini hari yang agung, hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya serta menenggelamkan Fir'aun. Maka Musa berpuasa sebagai tanda syukur, maka kami pun berpuasa." Rasulullah saw. bersabda, "Kami orang Islam lebih berhak dan lebih utama untuk menghormati Nabi Musa daripada kalian."

Abu Qatadah berkata, Rasulullah saw. Bersabda, "Puasa 'aasyuura menghapus dosa satu tahun, sedang puasa arafah menghapus dosa dua tahun." (HR Muslim, Tirmizi, Abu Daud).

Pada awalnya, puasa 'aasyuura hukumnya wajib. Namun, setelah turun perintah puasa Ramadan, hukumnya menjadi sunah. Aisyah r.ha. berkata, "Rasulullah saw. memerintahkan untuk puasa 'aasyuura sebelum turunnya perintah puasa Ramadan. Ketika puasa Ramadan diperintahkan, siapa yang ingin boleh puasa 'aasyuura dan yang tidak ingin boleh tidak berpuasa 'aasyuura." (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi).

Ibnu Abbas r.a. menyebutkan, Rasulullah saw. melakukan puasa 'aasyuura dan beliau memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. Para sahabat berkata, "Ini adalah hari yang dimuliakan orang Yahudi dan Nasrani. Maka Rasulullah saw. bersabda, "Tahun depan insya Allah kita juga akan berpuasa pada tanggal sembilan Muharam." Namun, pada tahun berikutnya Rasulullah telah wafat. (HR Muslim, Abu Daud). Berdasar pada hadits ini, disunahkan bagi umat Islam untuk juga berpuasa pada tanggal sembilan Muharam

Sebagian ulama mengatakan, sebaiknya puasa selama tiga hari: 9, 10, 11 Muharam. Ibnu Abbas r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Puasalah pada hari 'aasyuura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Puasalah sehari sebelum 'asyuura dan sehari sesudahnya." (HR Ahmad).

Ibnu Sirrin melaksanakan hal ini dengan alasan kehati-hatian. Karena, boleh jadi manusia salah dalam menetapkan masuknya satu Muharam. Boleh jadi yang kita kira tanggal sembilan, namun sebenarnya sudah tanggal sepuluh. (Majmuu' Syarhul Muhadzdzab VI/406)
Wallahu a'lam.

Abul-Laits Asssamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas r.a berkata: Nabi SAW. bersabda yang bermaksud;

Barangsiapa yang berpuasa pada hari Assyuuraa' yakni 10 Muharram, maka Allah akan memberikan kepadanya pahala 10,000 malaikat; dan barangsiapa yang puasa pada hari Assyuuraa', maka akan diberikan pahala 10,000 orang Haji dan Umrah, dan 10,000 orang mati syahid; dan siapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari Assyuuraa', maka Allah akan menaikkan dengan rambut satu darjat. Dan barangsiapa yang memberi buka puasa orang mukmin yang berpuasa pada hari Assyuuraa', maka seolah-olah memberi buka puasa semua umat Muhammad SAW. dan mengenyangkan perut mereka.

Sahabat bertanya; Ya, Rasulullah, Allah telah melebihkan hari Assyuuraa' dari lain-lain hari.

Jawab Rasulullah: Benar!.

Allah telah menjadikan langit dan bumi pada hari Assyuuraa',
dan menjadikan Adam juga Hawa pada hari Assyuuraa';
dan menjadikan Syurga serta memasukkan Adam di syurga pada hari Assyuuraa';
dan Allah menyelamatkan dari api neraka pada hari Assyuuraa';
dan menenggelamkan Fir'aun pada hari Assyuuraa';
dan menyembuhkan bala Nabi Ayyub pada hari Assyuuraa'
dan Allah memberi taubat kepada Adam pada hari Assyuuraa';
dan diampunkan dosa Nabi Daud pada hari Assyuuraa';
dan juga kembalinya kerajaan Nabi Sulaiman pada hari Assyuuraa';
dan akan terjadi Qiyamat pada hari Assyuuraa'


Peristiwa 10 Muharram

Dinamakan juga Hari Asyura. Pada hari itu banyak terjadi peristiwa penting yang mencerminkan kegemilangan bagi perjuangan yang gigih dan tabah bagi menegakkan keadilah dan kebenaran.

Bertanya para sahabat : "Wahai Rasulullah ! Apakah kelebihan 10 Muharram berbanding dengan hari-hari yang lain ?" Sabdanya :

1.ALLAH menciptakan alam, langit, bintang dan sebagainya

2.ALLAH menciptakan gunung-ganang pada 10 Muharram

3.Diciptakan lautan pada 10 Muharram

4.Diciptakan Qalam (pena untuk menulis amal manusia) pada 10 Muharram

5.Diciptakan Arasy, Luh Mahfuz pada 10 Muharram

6.Diciptakan Nabi Adam a.s. pada 10 Muharram

7.Dimasukkan Nabi Adam a.s. ke dalam syurga pada 10 Muharram

8.Dilahirkan Nabi Ibrahim a.s. pada 10 Muharram

9.Diselamatkan Nabi Ibrahim a.s. dari api Namrud pada 10 Muharram

10.Diselamatkan anaknya Nabi Ismail a.s. dari sembelihan pada 10 Muharram

11.Ditenggelamkan Fir'aun pada 10 Muharram

12.Diampunkan kesilapan Nabi Daud a.s. pada 10 Muharram

13.Dilahirkan Nabi Isa a.s. pada 10 Muharram

14.Dikeluarkan Nabi Yunus a.s. daripada perut ikan Nun setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam pada 10 Muharram

15.Disembuhkan penyakit Nabi Ayub a.s. pada 10 Muharram

16.Diangkat Nabi Isa a.s. ke langit pada 10 Muharram

17.Diterima taubat Nabi Adam a.s. pada 10 Muharram

18.Dianugerahkan tahta kerajaan kepada Nabi Sulaiman a.s.

19.Diciptakan Arasy pada 10 Muharram

20.Awal-awal hujan yang turun dari langit pada 10 Muharram

21.Awal-awal rahmat diturunkan pada 10 Muharram

22.Diselamatkan bahtera Nuh a.s. daripada tenggelam sesudah bumi ditenggelamkan selama enam bulan.pada 10 Muharram


Peristiwa lain

Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa.
Diangkat Nabi Idris a.s. ke langit pada 10 Muharram
Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara.
Penglihatan Nabi Ya'qub yang kabur dipulihkan oleh Allah.
Laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya dari tentera Firaun.
Allah menjadikan 'Arasy.
Allah menjadikan alam.
Allah menjadikan Malaikat Jibril.

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Ikrimah berkata; Hari Assyuuraa' ialah hari diterimanya taubatnya Nabi Adam. Dan ia pula hari turunnya Nabi Nuh dari perahunya. Maka ia berpuasa syukur; dan ia pula hari tenggelamnya Fir'aun dan terbelahnya laut bagi Nabi Musa a.s. dan Bani Israil. Maka mereka berpuasa; kerana itu jika dapat; engkau berpuasalah pada hari Assyuuraa'.

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Muhammad bin Maisarah berkata; Bahawa siapa yang melapangkan pada keluarganya pada hari Assyuuraa', maka Allah akan meluaskan rezekinya sepanjang tahun itu.

Sufyan berkata; Telah kami cuba, maka rasakan kebenarannya.

Said bin Jubair dari Ibn Abbas r.a. berkata; Ketika Nabi SAW. baru hijrah ke Madinah, mendapatkan kaum Yahudi puasa pada hari Assyuuraa'; maka tanya kepada mereka tentang itu. Jawab mereka; "Hari itu Allah memenangkan Nabi Musa a.s. dari Bani Israil terhadap Fir'aun dan kaumnya. Maka kami puasa kerana mengagungkan hari ini". Maka sabda Nabi SAW.; "Kami lebih layak mengikuti jejak Musa dari kamu". maka Nabi SAW. menyuruh sahabat supaya berpuasa.

Abul Laits berkata; Dinamakan Assyuuraa' kerana ia jatuh pada sepuluh bulan Muharram. Ada lain pendapat yang mengatakan hari Assyuuraa' kerana Allah telah memuliakan pada Nabi-nabi dengan sepuluh kehormatan;

1.Allah telah menerima taubat Nabi Adam a.s.

2.Allah menaikkan darjat Nabi Idris a.s.

3.Hari berlabuhnya perahu Nabi Nuh a.s.

4.Nabi Ibrahim a.s dilahirkan pada hari Assyuuraa' dan diangkatkan sebagai kholilulLah juga diselamatkan dari api.

5.Allah menerima taubat Nabi Daud a.s.

6.Allah mengangkat Nabi Isa a.s. ke langit

7.Allah menyelamatkan Nabi Musa a.s.

8.Allah menenggelamkan Fir'aun

9.Allah mengeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan

10.Allah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman a.s.


Semua ini terjadi pada hari Assyuuraa'. Sebahagian lain berpendapat, dinamakan hari Assyuuraa' kerana ia kesepuluh dari kemulian-kemulian yang diberikan Allah pada umat ini. Bulan Rejab. Allah menjadikannya sebagai kemuliaan bagi umat ini dan melebihkannya dari lain-lain bulan bagaikan kelebihan umat-umat ini atas lain-lain umat.

Bulan Sya'baan Allah melebihkannya dari lain-lain bulan bagaikan kelebihan Nabi Muhammad SAW. atas semua Nabi.
Bulan Ramadhan Allah melebihkannya dari lain-lain bulan bagaikan kelebihan Allah terhadap semua makhluk.
Lailatul qadr yang terlebih baik dari seribu bulan yang lain.
Hari Idul Fitri sebagai hari pembalasan(penerimaan upah)
Hari-hari sepuluh (1 hingga 10 Zulhijjah) iaitu hari-hari untuk berzikir kepada Allah.
Hari Arafah yang dosanya dapat menebuskan dosa dua tahun.
Hari Idul Adha iaitu hari berqurban.
Hari Jumaat yang termulia dari semua hari.
Hari Assyuuraa' yang puasanya dapat menebus satu tahun dosa.
Dan masing-masing waktu yang tersebut itu ada kemuliaan dari Allah diberikan kepada umat ini untuk membersihkan dan menebus dosa-dosa mereka. Di bawah ini ada beberapa terjemahan hadith untuk panduan kita bersama;

Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah s.a.w. bersabda, "Seutama-utama puasa sesudah puasa bulan Ramadan ialah puasa bulan Muharram dan seutama-utama solat sesudah solat fardu ialah solat malam". (Sahih Muslim)

Abu Musa Al Madani meriwayatkan dari Ibnu Umar r.a.; "Barangsiapa yang berpuasa pada hari Asyura adalah seperti berpuasa setahun dan siapa yang bersedekah pada hari Asyura adalah bagiku bersedekah setahun." (Riwayat Albazzar)

Dari Abu Qatadah Al-Anshari r.a. katanya Rasulullah s.a.w. ditanya orang tentang puasa hari arafah. Jawab baginda, "Semoga dapat menghapus dosa tahun yang lalu dan yang akan datang". Kemudian Nabi ditanya pula tentang puasa hari asyura. Jawab baginda, "semoga dapat menghapus dosa tahun yang lalu".(Sahih Muslim)

Dari Aisyah r.a. katanya "Biasanya orang Quraisy pada masa jahiliah berpuasa pada hari asyura dan Nabi s.a.w. pun berpuasa. Ketika Baginda tiba di Madinah, Baginda juga berpuasa pada hari asyura dan menyuruh orang lain berpuasa juga". (SahihMuslim)

Dari Ibnu Abbas r.a. katanya, ketika Nabi s.a.w. tiba di Madinah, Baginda melihat orang yahudi berpuasa pada hari asyura. Nabi pun bertanya, "Hari apa ini ?". Jawab mereka, "Hari ini ialah hari yang baik. Pada hari ini Allah melepaskan Bani Israil dari musuh mereka, kerana itu Nabi Musa berpuasa kerananya". Sabda Nabi, "Aku lebih berhak daripada kamu dengan Musa". Oleh itu Nabi berpuasa dan menyuruh orang lain berpuasa pada hari asyura.(Sahih Bukhari)

Rasulullah s.a.w. bersabda; "Berpuasa kamu pada hari ke sembilan dan sepuluh Muharam dan jangan meniru cara orang-orang Yahudi." - Riwayat Al Baihaqi 
 

Tanggapan Pembaca:

0 komentar:

Jasa Web Murah

Kabar UPI