27 November 2011

Serial Kisah Hidupku : Ku Kejar Diri MU Sampai Ke Ujung Berung

Tepatnya di akhir tahun 2002, aku masih disibukkan dengan persiapan-persiapan orientasi siswa, pada saat itu jabatan Ketua OSIS dan Juru Adat baru saja terlepas dari pundakku. Memang itu adalah masa-masa dimana aku sudah mulai merubah orientasi pemikiran untuk memikirkan masa depan yang siap menatapku dengan mata terbelalak dan wajah garang. Kehidupan di pesantren masih tetap ku jalani, walaupun hidup sendiri aku tetap optimis bisa lebih dari yang lainnya dari segi teknologi. Pada saat itu aku sudah menggunakan handphone, tentunya tidak terlalu muluk-muluk yaitu tipe Nokia 5110, mungkin teman-teman bisa membayangkan seperti apa jenis dan bentuk hp ini. 

Dari segi kehidupan diriku tidak jauh berbeda dengan teman-teman yang lainnya, yang berbeda hanyalah aku berasal dari tanah seberang, sedangkan kebanyakan teman satu pesantrenku adalah orang-orang dari Bandung dan sekitarnya. Tanah seberang yang aku maksud adalah tanah dimana aku dilahirkan, yaitu disalah satu pulau terbesar di Indonesia, pulau sumatra namanya. Tentunya watak seorang anak rantau dari sumatra sangat berbeda dengan watak-watak anak kota bandung pada umumnya.

Pengejaran itu tetap berlanjut sampai diriku tamat madrasah aliyah pada tahun 2004. Pertengahan tahun 2004 kami bertiga (Peringkat 1, 2 dan 3) mencoba-coba mendaftarkan diri kesalah satu perguruan tinggi yagn sangat ternama dalam bidang pendidikannya. Yang sekarang dinamakan Universitas Pendidikan Indonesia. Universitas in ibekerja sama dengan beberapa sekolah di daerah lingkunga UPI (singkatan), termasuk juga sekolah dimana aku menuntut ilmu. Pada saat itu pihak sekolah kami menyerahkan semuanya kepada kami yang mengurus proses PMDK itu. Teman-teman ku yagn berdua lagi menyerahkan itu semua kepada diriku.

Apa itu PMDK ??? mungkin itu singkatan dari Pnelusuran Minat dan Kompetensi, kalau salah tanya om google ajach,. Pada saat itu teman-temanku sudah menetukan jurusan apa yagnakan mereka ambil nanti ketika pendaftaran sedangkan diriku masih gundah dan mimbang dengan jurusan yagn akan aku pilih. Beberapa kali aku hubungi ibu dan ayahku dengan alasanhanya bertanya apa jurusan yang cocok untuk masa depanku kelak suatu hari nanti. Begitu juga, pertanyaan yang sama aku ajauka ke beberapa guru-guru ku tempat menuntut ilmu dulu. (Bersambung ...)

Tanggapan Pembaca:

Jasa Web Murah

Kabar UPI