13 November 2011

Alhamdulillah, Ya Allah kembalikan semangat tulas tulisku

Sungguh, pagi ini hati saya sangat senang, karena webs kesayangan saya yang dulu sempat tenggelam, sekarang dapat kembali diterbitkan. Ini berkat bantuan dari salah seorang sahabat saya yang sangat baik hatinya yaitu sahabat Yohan Salman. Berkat beliau webs ini dapat kembali terbit dengan nama yang lebih keren tentunya. Untuk tulisan pertama di bulan dimana web ini kembali terbit, saya ingin sedikit berbagi tentang bagaimana cara menciptakan/ mengembalikan semangat yang pernah dulu kita miliki. Dalam upaya pengembalian semangat ini tentunya dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor. Ada 2 faktor terbesar yang sangat mempengaruhi semangat seseorang dalam berbuat sesuatu. Sebelum saya berupaya menjelaskan ke-2 faktor ini secara detail, cobalah sahabat renungi kutipan kalimat penyemanagat di bawah ini :
 "Bangunlah ketika yang lain sedang tertidur. Berjalanlah ketika yang lain sudah bangun. Berlarilah ketika yang lain sedang berjalan. Dan terbanglah ketika yang lain sedang berlari. Dan ketika yang lain terbang maka saya telah SUKSES!!!" (Kalimat semangat Sahabat Salman ITB)
Saya rasa setelah sahabat-sahabat membaca kutipan kaliamat di atas ada sedikit hembusan angin semilir ke dalam hati dan pikiran sahabat. Di dalam kalimat itu dikatakan kita harus selalu lebih dari yang lain sebanyak satu tingkat. Sebenarnya di dalam dunia pendidikan hal kutipan ini telah lama di pakai dan diamalkan, mungkin sahabat pernah mendengar perkataan "Guru harus lebih tahu satu langkah daripada murid" 

Di dalam blog Sudeska dikatakan setidaknya, ada dua faktor yang mempengaruhi lahirnya semangat ini; eksternal dan internal. Berikut ini adalah deskripsinya.

1. Dukungan (Eksternal)

Nah, pointer ini menurut sudut pandang saya. Dukungan boleh jadi datang dari pihak keluarga, kerabat, teman, dan sahabat. Untuk menjelaskannya, saya beri contoh. Pada saat melakukan migrasi dari Blogger ke WordPress ini yang hasilnya tidak sesuai harapan saya, ditambah pula setelah menerbitkan “artikel yang panas” beberapa hari yang lalu, jujur, saya sedikit mengalami pengenduran semangat. Tapi, ada banyak sahabat saya yang selalu punya perhatian besar kepada saya. Diantaranya, dua yang paling menonjol:

Pertama, Pak Aldy. (Beliau ini mau saya panggil dengan sebutan apa ke depan ya? Bapak atau Mas? Sepertinya, dipanggil “Mas” aja deh. Biar asyik dan lebih akrab, hehehe…). Beliau ini tak henti-hentinya memberikan support dan masukan soal theme kepada saya. Sepertinya, setiap kali berkunjung kemari, dia selalu menyempatkan bermain di area Pembenahan Ini Belum Usai. Semua komentar dia pelototi di sana. Nah, perhatian beliau yang besar ini sangat membantu membangun kembali semangat saya. Padahal, saya kenal beliau belum genap sepuluh hari.

Kedua, Mas Candra Tri Wardana. Perhatikan isi komentarnya di “Pembenahan Ini Belum Usai”,

“…soal besar font di kolom komentar memang kecil, Mas. Nanti saya bantu deh edit css-nya. Mudah-mudahan ada waktu ketemu di YM…”

Duh, saya membaca ini serasa mendapat tenaga baru. Mas Candra boleh dibilang sahabat pertama saya dalam dunia perbloggeran di tanah air. Saat komentar-komentar di blog ini masih bisa dihitung dengan lima jari, beliau termasuk salah satunya.

Saya tidak ingin “klaim” bahwa saya orang yang baik dalam kasus ini. Tidak. Tidak begitu maksud saya. Tapi, tentu saja, dukungan dari berbagai pihak terjadi karena seseorang senantiasa berupaya menjaga hubungan baik. Itulah kesimpulannya. Mohon ini tidak diterjemahkan dalam wilayah “kenarsisan”.

2. Harapan (Internal)

Nah, yang ini menurut Aa Gym. Harapan yang positif, sudah barang tentu, menghasilkan semangat dan optimisme. Namun, ternyata, harapan tidak lahir begitu saja. Harapan akan muncul apabila kita menguasai suatu hal. Yakni, informasi.

Informasi yang dikuasai ini pun harus ada kriterianya; benar, akurat, dan lengkap. Menguasai informasi tentang apa yang terjadi di masa lalu dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di masa depan, menyebabkan seseorang akan mengerti posisi. Mengetahui posisi, akan memudahkan seseorang melakukan setting dalam situasi dan terhadap kondisi, bahkan menciptakan pra kondisi. “Kekuasaan” manusia dalam area dan/atau siklus inilah yang membuat “hidup lebih hidup”. Itulah semangat.
 



DISCLAIMER STATEMENT :
  • Isi, berita, dan materi lainnya diambil / disadur dari banyak sumber.
  • Hak cipta dari Isi, berita dan materi di web kami adalah milik dari sumber yang bersangkutan.
  • kami sama sekali tidak berniat untuk melakukan pembajakan dari sumber manapun, semua artikel atau materi yang ada di web ini merupakan artikel atau berita yang pernah kami baca, lalu kami dokumentasikan di web ini supaya bisa dilihat oleh rekan-rekan sekalian, kami lebih memilih web ini sebagai salah satu cara menyambung silaturahmi.
  • Jika ada yang berkeberatan dengan pemuatan isi, berita ataupun artikel yang ada di web kami, silahkan anda hubugi mail@zulafdal.com dan kami tidak akan keberatan untuk menurunkan isi materi tersebut .
  • Bagi anda yang ingin menyebarkan/menggunakan materi yang ada di web kami, silahkan saja dengan mencantumkan http://www.zulafdal.com  sebagai sumbernya.

Tanggapan Pembaca:

0 komentar:

Jasa Web Murah

Kabar UPI