28 November 2011

Ya Allah, Kenapa Gigiku Terasa Ngilu di Puasa Sunnah Pertama di Bulan Muharaam 1433 H


Emang terasa sangat aneh, pada puasa [ertama di bulam tahun baru Islam iniyaitu bulan muharam 1433 hijriah gigiku terasa sangat ngilu-ngilu sekali. Hal ini cukup membuat diriku merasa bingung. Mulai dari selepas sholat shubuh samapai berbuka puasa selepas sholat maghrib. Dari beberapa artikel yang aku baca dikatrakan biasanya rasa ngilu yang timbul terasa sangat tajam, singkat dan seringkali tidak terdiagnosis bahkan terabaikan. Tak mengherankah jika 50 persen penduduk Indonesia mengalami masalah gigi sensitif bahkan tanpa mereka sadari.
Masalah gigi sensitif bukanlah insiden yang timbul akibat penyakit gigi, namun terjadi akibat menipisnya enamel, penurunan gusi dan terbukanya dentin (sebuah lapisan di bawah enamel). Nyeri yang berkaitan dengan sensitivitas umumnya terjadi dalam saraf gigi. Biasanya masalah gigi sensitif mulai dialami saat usia 20- 50 tahun. Tentunya dengan keadaan semacam ini kita merasakan sesuatu hal yang berbeda dengan orang-orang yang bergigi normal,
mereka bisa menikmati enaknya minuman dingin dan es krim, sedangkan kita yang memiliki gigi terasa ngilu akan sangat berimbas tajam saat bersentuhan dengan air es yang dingin. Pada sebagian orang, gigi juga bisa terasa ngilu saat terkena tiupan angin, atau saat berkontak dengan makanan yang asam. Hal ini sering kali dianggap angin lalu, dan penderita jarang datang ke dokter gigi untuk mengatasinya karena mereka menganggap ini bukan masalah  kesehatan yang serius.
Di kalangan kedokteran gigi, fenomena ini dikenal dengan dentin hipersensitivity. Tidak setiap rasa ngilu disebabkan oleh hipersensitivitas. Karies (lubang gigi) yang mencapai dentin juga dapat menimbulkan keluhan ngilu saat gigi berkontak dengan makanan/minuman dingin atau manis dan asam. Selain itu bisa juga karena gigi patah, karies sekunder yang terjadi di bawah tambalan.
Gigi ngilu bisa disebabkan oleh banyak hal, diantaranya gigi berlubang, gigi sensitif, dan resesi gingiva (gusi).
Untuk melihat secara runtun dan sistematisnya penyebab gigi menjadi terasa ngilu adalah sebagai berikut :

1. Penurunan Gusi
2. Buruknya kebersihan gigi dan mulut
3. Bleaching (pemutihan permukaan gigi)
4. Terkikisnya email
5. Penyikatan gigi terlalu kuat
6. Pasien lansia
7. Kebiasaan konsumsi makanan/minuman yang bersifat asam
8. Mulut kering dan produksi air liur sedikit
9.Sering mengalami gigi gerinding saat tidur
10. Infeksi gusi yang terus menerus

Sebenarnya gigi sensitif atau sering disebut gigi ngilu bisa diatasi, yakni dengan menggunakan pasta gigi mengandung potassium nitrar and strontium chlorida,” kata Dekan FKG Universitas Indonesia, Drg. Robert Lessang menambahkan. Tapi kalau menurutku itu hanyalah sekadar lontaran kalimat-kalimat iklan semata, di bawah ini ada 2 cara untuk merawat gigi yan terasa ngilu, diantaranya dengan cara perawatan di rumah atau di tempat praktek dokter :

a. Perawatan di rumah

Pasien dapat mengurangi hipersensitivitas dentin di rumah dengan menggunakan pasta gigi dan obat kumur yang mengandung bahan aktif tertentu. Sebagian besar pasta gigi desensitisasi yang beredar di pasaran saat ini mengandung potassium salt seperti potassium nitrate, potassium chloride, atau potassium citrate. Konsumen dituntut jeli dalam memilih bahan pasta gigi yang mengklaim dapat mengurangi gigi hipersensitif. Telah dilakukan penelitian yang menguji efektifitas pasta gigi yang mengandung potassium citrate. Ion potassium diyakini dapat berdifusi ke tubuli dentin dan mengurangi kemungkinan terstimulasinya syaraf, sehingga hipersensitivitas dentin berkurang. Banyak pasta gigi yang juga mengandung bahan aktif lain seperti fluoride dan bahan antiplak.
Aplikasi fluor topikal membuat adanya penghalang di permukaan gigi dengan terbentuknya presipitat kalsium florida (CaF2) sehingga tubuli dentin tertutup. Akibatnya hipersensitivitas dentin dapat berkurang.
Cara menyikat gigi juga patut diperhatikan. Kebanyakan orang banyak berkumur-kumur setelah menggosok gigi. Sebetulnya kumur-kumur tidak perlu terlalu banyak karena kumur dengan air  dapat menyebabkan bahan aktif menjadi larut dan terbuang dari mulut sehingga efektifitas dari pasta gigi menjadi berkurang.

b. Perawatan oleh dokter gigi
Untuk mengurangi dentin hipersensitif, dokter gigi mengaplikasikan bahan desensitisasi yang tujuannya untuk menutup tubuli dentin sehingga mengurangi hipersensitifitas. Bahan tersebut dapat mengandung fluoride, atau potassium nitrate, atau bahan aktif lainnya. Namun, agen desensitisasi tersebut biasanya tidak bertahan terlalu lama, efeknya hanya sementara.
Selain itu bisa juga dilakukan perawatan dengan menggunakan bahan adhesive termasuk varnish, atau bagian dentin yang terbuka di daerah leher dan akar gigi ditutup dengan bahan tambal.


Selain itu kebanyakan dokter juga menyarankan, agar tidak lekas menyikat gigi setelah makan. Menyikat gigi setelah makan bisa memicu terjadinya gigi sensitif karena PH di dalam mulut mengalami penurunan. Sehingga ada baiknya menunda menggosok gigi setelah makan atau melakukan sikat gigi 25 menit setelahnya. Saat menggosok gigi gunakan bulu sikat yang lembut tanpa harus menggosok dengan kuat.


Tanggapan Pembaca:

Jasa Web Murah

Kabar UPI