29 Maret 2012

7 x 24 Jam, Waktu Kita untuk Berbenah Diri.


Memang ironis, ketika semangat lagi mencuat, darah segar masih tersimpan  dan mengalir ke otak secara drastis, yang tujuannya tidak lain tidak bukan untuk melanjutkan perjuangan yang tertunda, perjuangan hidup untuk mencapai ridho Allah dan ridho manusia terhalangi oleh kewajian yang mungkin untuk “general”, 7 x 24 jam waktu untuk belajar lebih baik dan lebih disiplin. Akan tetapi perjuangan tertunda ini bukanlah sekadar perjuangan saja, runtaian hari demi hari menghasilkan banyak ilmu dan pengalaman, salah satunya termasuk bergabung di sini.
Setiap pola dan aturan itu bisa berubah secapat kilat, bagaikan angin yang bertiup sepoi-sepoi yang kemudian berubah menjadi topan beliung. Bukannya kita tidak bersyukur dengan apa yang ada, akan tetapi terkadang perubahanlah yang membuat kita ‘agak kufur’ bukan kufur secara totalitas tapi mendekati kufur. Sambil bergumam di dalam hati “Perjuangan tertunda kembali” kemudian beliau berkata “Saudara sudah lihat pengumuman ?” Oh iya, ada acara keluar kota ? Sembari kembali bergumam dan tersenyum.
Begitulah hidup, rencana terkadang hanya tinggal sejarah. Akan tetapi itu semua pasti mendatangkan berkah dan rahmah yang lebih besar dibandingkan rencana awal. Percaayalah, bahwasanya rencana manusia itu tidak selamanya mendatangkan rahmah dan berkah, rencana tuhan, Allah lah yang paling mahsyur dan terus kita pelajari untuk menjadi lebih baik.
7 x 24 jam adalah waktu yang panjang, mari kita bertekad dan berjanji dengan diri sendiri untuk memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin untuk kepentingan Allah, jangan takut, Allah tidak pernah mungkar terhdap janji-NYA. Janji Allah pasti, disiplin Allah pasti dan tidak pernah mengumbar-umbar saja. Tapi mengapa masih banyak orang-orang yang mengatakan masih kurang waktu 7 x 24 jam itu untuk bersyukur dan berusaha. Apakah orang-orang semacam itu yang dikatakan kufur itu ? Kufur secara bahasa berarti tidak mensyukuri apa-apa yang telah ditetapkan oleh Allah kepada kita, dalam artian bahwasanya apa-apa yang telah ditetapkan Allah kepada kita itu semuanya sudah sesuai dengan aturan dan terbaik untuk kita semua.
Sudah efektifkan waktu 7 x 24 jam itu untuk kita berbenah diri ? jawabannya kembali kepada diri kita masing-masing, di dalam kita mengatur waktu tentunya ada yang namanya ska periortas, setiap orang atau individu mempnya skala priorotas yang berbeda-beda. Sebagai contoh, seorang dekat dengan dunia dengan seseorang yang dekat dengan akhirat mempunya skala priorotas yang berbeda. seseorang yang dekat dengan dunia, mungkin setiap tujuan hidupnya lebiih diarahkan kepada dunia, sedangkan sebaliknya orang yang dekat dengan akhiran berarti tujuan hidupnya lebih kepada tjuan akhirat.
Jadi kesimpulannya, waktu yang telah diberikanlah Allah 7 x 24 jam itu sudah sangat cukup, yang terpenting bagaimana kita mengatur dan memilah mana yang kan ditujuakan kepada kepentingan dunia atau kepentingan akhirat. Setiap individu punya porsinya masing-masing, porsi ini tergantung kepada keilmuan dan keimanan yang dimiliki oleh tiap individu tersebut.

Tanggapan Pembaca:

0 komentar:

Jasa Web Murah

Kabar UPI