30 Maret 2012

Kenapa harus takut, jika kita benar !!!


Masih banyak orang-orang yang takut berbicara, takut menangis, takut berteriak, takut menulis, takut mengutip, takut dipecat, takut kalah pilih, takut … Semuanya pada takut,. Kenapa harus takut ??? Biasanya orang -orang yang takut itulah orang-orang yang merasa salah, atau benar-benar salah. Bisa jadi jalannya salah, dananya salah, bekingannya salah atau lain sebagainya. Ketika otak menerima stimulus kebenaran sesuatu, dia akan menyampaikan kepada “Qolbu” sebagai penyaring akan sesuatu. Ketika sudah qolbu yang berbicara akan sangat berbeda dengan otak. Otak berbicara bisa saja semaunya saja, tanpa ada pertimbangan, otak mengambil keputusan hanya secara logika dan kenyataan, tidak melihat seperti apa konteks sebenanrya dan apa penyebab ternyadinya.

Bagaimana dengan qolbu ? Qolbu berbeda dengan hati, memang sebahagian pakar mengatakan mereka berdekatan. Qolbu berfungsi untuk membolak-balik sesuatu yang telah disampaikan ke otak. Yang berbeda disini ketika qolbu yang berbicara pertimbangan pertimbangan hati mulai tampak, kegoisan mulai runtuh, kekeluargaan dan kebersatuanlah yang terwujud. Hal ini seharusnya yang wajib dimiliki oleh setiap pemimpin, karena pemimpin itu mempunyai tanggungan yang besar, apalagi seorang figur pemimpin negara dan bangsa.

Ketika ada suatu permasalahan cobalah dianalisi dengan ilmu dan keimanan, tidak cukup hanya dengan analisis ilmu, kalau misalnya hanya dengan analisis ilmu itu baru sampai berfikir dengan otak,belum dengan qolbu. Berfikir dengan keimanan dan pertimbagan sosial, kemasyarakatan itu adelah bagian dari berfikir dengan qolbu. Kemudian yang perlu diingat oleh seorang figur pemimpin, ungkapkanlah suatu kebenaran itu walupun pahit, akan tatapi jangan lupa mempertimbangkannya dengan segala sesuatu hal. Pertimabngan itu tercipta bukan karena hal pribadi atau golongan akan tetapi berwadahkan kemasyarakatan dan kerakyatan.

Tanggapan Pembaca:

0 komentar:

Jasa Web Murah

Kabar UPI