30 Maret 2012

Naik Alhamdulillah, Takpun Alhamdulillah


Naik atau tidak naik BBM yang tepenting rakyat sejahtera. Tidak ada lagi rakyat Indonesia yang kelaparan, gizi buruk, tidak bersekolah dan lain sebagainya. Percuma juga kalau misalnya BBM ngak naik tapi rakyat tetap susah dan semakin sengsara. Seharusnya pemerintah mencarikan solusi yang bersifat produktif dan menghadirkan solusi untuk jangka panjang. Tapi ingat, janji jangan tinggal janji, harus ditepati, munafiq namanya.

Sebenarnya banyak solusi agar rakyat tidak menderita, akan tetapi pemerintahnya belum terbuka pintu hatinya untuk itu. Mereka lebih suka memikirkan perut mereka sendiri. Mereka lupa akan amanah yang diberikan rakyat kepada mereka. Indonesia memiliki banyak kekayaan yang seharus dapat dijadikan penopang kehidupan rakyat. Pemerintah tahu akan hal itu tapi belum mau mengoptimalisasikannya untuk kesejahteraan rakyat, mereka lebih mementingkan kepentingan golongan mereka.

Pemerintah masih berfikir secara partial, belum bisa menjadikan negara dan bangsa sebagai bagian dari kehidupan dirinya. Yang mereka pikirkan hanya keluarga mereka dan sanak family mereka. Rakyat terlupakan dengan sendirinya. Tugas kenegaraan yang di tanggungkan kepada mereka hanya sekadar tugas saja, Pertanggungjawabannya tidak pernah bisa dibuktikan dan dirasakan secara menyeluruh oleh rakyat.

Jadi yang terpenting bukan masalah naik atau tidaknya BBM, tapi bagaimana pemerintah bisa memberikan solusi jangka pendek dan jangka panjang terhadap kesejahteraan rakyat, terutama menegah ke bawah. Berikan kepada mereka hak mereka, apa yang seharusnya mereka dapatkan dari negara. Negara bertanggung jawab akan nasip rakyat yang kelaparan, buta huruf, kurang gizi dan lain sebagainya. MERDEKA !!!

Tanggapan Pembaca:

0 komentar:

Jasa Web Murah

Kabar UPI