27 Maret 2012

Nutrijell, kecap manis dan tahu pedas

Kemarin sore perjuangan terlu padat, samapi-sampai adzan sholat ashar hampir tak terdengar. Tapi bersyukurlah, pada saat sedang asyik-asyiknya bercerita tentang keilmuan, ada malaikat yang datang, 'Hayuk urang netepan'. Subhanallah ... Setelah bubarlah majlis ilmu sederhana yagn terbentuk karena peristiwa akademik itu. Di dalam perjalanan begitri banyak pertanyaan-pertanyaan harus menjadi 'Home work' dan harus segera diselesaikan dengan pemikiran ilmiah. Kita sebagai calon inlektual sejati, harus bisa berfikir ilmiah yang general. Tidak merugikan orang lain, apalagi menindas orang lain. Berbicaralah dengan baik, berfikirlah dengan indah yaitu berfikir menggunakan hati nurani yang dibarengkan dengan keilmuan pemadat keyakianan akan kekuasaan ilahi.

Teringat, nasehat seorang shobat, mungkin hampir 5 tahun tak bersua dan bertatap wajah dan suara. Beliau mengatakan, 'lakukanlah apa yang kita mampu untuk lakukan hari ini, sedangkan untuk hari esok rencanakanlah dari hari ini upaya melakukannya'. Hidup itu berulang, tidak setengah-setengah dan terpisah. Kemarin, sekarang, besok atau lusa, hal itu semua merupakan sebuah rangkaian yang mempunyai makna tersendiri dan tidak bisa kita ulangi lagi. Hal itulah yang sering dinamakan sejarah.
Ada apa dengan nutrijell, kecap manis dan tahu pedas ??? Makhluk Allah itu semuanya cerdas, semut sangat cerdas, memiliki keterampilan sosial yang sangat luar bisa. Begitu juga segerombolan cicak-cicak di dinding. Mereka semua makhluk Allah, dan kita wajib menghargai dan memberikan mereka tempat. Baik tempat untuk hidup dan tempat untuk mencari makan akan kebuatuhan hidup mereka.

Selepas sholat ashar, ketiak sudah pulang dari majlis ilmu guru besar. Teringatlah untuk membuat nutrijell (Cemilan kesukaan ieu ...) tapi tidak dengan 3 butir telur 1/2 matang atau dengan mie gelas kremes-kremes. Ini benar-benar 'pure nutrijell'. Ketika sudah masak, dan ingin mendinginkannya di atas sebuah lemari yang sudah berumur puluhan tahun ini, tanpa sengaja tersenggollah kecap manis dan hal itu baru diketahu kebenarnnya hari ini. Selain itu juga kemarin sore sempat membeli 2 potong 'Ayam' dan 2 potong 'tahu pedas' dan di simpan di dalam pengahangatan 'rice cooker'. Karena capeknya, selepas 'ngaulang barudak ngaos' tepatnya ba'da isya, langsung ke pulau kapuk untuk beristirahat, dan terbangun lagi kira-kira jam 01.00 pagi dini hari. Ketika melihat ke-3 jenis makhluk di atas (Nutrijell, kecap manis dan tahu pedas) ternyata semuanya sudah berubah alam, tidak sesuai dan tidak berada pada tempat dan bentuknya masing-masing. Memang hidup harus berbagi,. tidak hanya kepada sesam amanusia tapi juga degan makhluk Allah lainnya.
Hahahah, hanya sekadar catatan ...

Tanggapan Pembaca:

0 komentar:

Jasa Web Murah

Kabar UPI