26 Maret 2012

Pagi yang cerah, hati yang indah.

Kebalik  ngak yach ??? kalau misalnya ada yang mengatakan istilah 'pagi yang cerah, hati yang indah ... itu lah ungkapan yang dirasakan dikala hidup bagaikan suatu tali yang saling memunculkan kebermaknaan. Kebermaknaan yang mungkin hanya bisa dirasakan oleh mereka yang mengerti akan konsep sebuah keilmuan, keimanan dan kasih sayang sesama manusia. Subhanallah, guru-guru besar yang menjadi pengarah penelitian perjuangan itu tidak hanya pandai dan cerdas secara akademik, tapi mereka sungguh mengerti apa yang terjadi di dalam kehidupan yang sebenarnya. Mudah-mudahan ini menjadi jalan yang dapat memberikan kita keilmuan sejati dan dapat memberikan bantuan untuk orang-orang di sekeliling kita dalam mengartikan sebuah konsep ilmu pengetahuan secara umum.

Pagi itu, semangat itu muncul, walaupun sekarang siklus kehidupan malam mulai berganti setengah malam. Itu hanya sekedar istilah yang tersampaikan dalam tulisan ini. Kebiasaan yang dahulu banyak tidak disukai oleh orang lain, atau mungkin orang-orang terdekatnya sekarang sudah mulai bisa dirubah walaupun itu belum secara keseluruhan. Pujian-pujian ke-Hadirat pencipta dan penguasa langit dan bumi selalu terlanturkan di setiap langkah perjuangan itu. Banyak desas desus tentangnya yang berakhir tragis. Tapi beliau tetap kuat dan semangat dalam berjuang meneruskan cita-cita almarhumah ibunya itu. Dan selalu memberikan yang terbaik kepada setiap orang. Itu bukan hanya sekadar cita-cita tapi bagian dari perjuangan.

Satu jam kurang beliau berjuang di dalam ruangan guru besar itu, terkadang beliau juga menyampaikan sedikit celutupan-celutupan yang mungkin membuat guru besar itu agak sedikit kesal sampbil penasaran. Memang pengalaman dan banyaknya chanel yang beliau miliki, apalagi didunia Teknologi Informasi dan komunikasi, tidak membuat beliau ketinggalan berita-berita seputar akademik kampus. Hal itu juga dijadikan olehnya sebagai senjata dalam berkomunikasi dan mencari sensasi keilmuan baru. Tidak ada maksud hati untuk mengadu domba atau sebagainya kebersamaan oitu adalah kunci segalanya. Keilmuan itu objektif dan bisa saja dijawanthkan dalam berbagi versi sesuai siapa yang mengatakannya. Yang terpenting ketika kita berbicara tidak hanya sekadar omong doang (Odong-odong) melainkan selalu memasukkan atau mencari sumber referensi dan rujukan dalam berargumen. Tentunya dalam meberikan argumen yang mendukung dan tidak menjebak pemikiran orang lain, ilmu itu indah dan cerah ... Sungguh beruntunglah orang-orang yang memiliki ilmu dan mengamalkannya dengan baik dan benar.

Tanggapan Pembaca:

0 komentar:

Jasa Web Murah

Kabar UPI