24 Maret 2012

Perbanyaklah menulis dari pada mengutip

Ada pepatah yang mengatakan "Semakin banyak membaca semakin banyak tahu, semakin banyak tahu semakin sering lupa, semakin sering lupa semakin ingin dituliskan apa yang terlupa" Pepatah itu benar dan terungkap. Menulis itu ternyata sangat menyenangkan. Dan untuk menulis sesuatu kita harus banyak tahu tentang sesuatu itu. Keingintahuan kita terhadap sesuatu akan memaksa kita untuk mencari dan terus mencari tahu informasi itu. Terserah motif yang akan didapatkan itu sebenarnya untuk apa dan untuk siapa. Yan g terpenting ketika kita ingin mencari informasi tentang sesuatu, kita menginginkannya maka kita akan dengan senangnya mencari dan terus mencari informasi mengenai hal itu dan tentunya kita harus dapatkan itu. Bila kita analogikan dengan kebiasaan menulis, seharusnya setiap hari kita bisa menuangkan ke dalam selembar kertas tulisan kita minimal satu lembar polio. Tulisan itu bisa berupa serita maupun curhatan. atau ilmu yang bermanfaat.
Menulis itu butuh keberanian dalam menyampaikan topik apa yang akan kita beritakan informasinya kepada orang lain. Banyak orang-orang sekarang yang sengaja memarakkan budaya munulis di dalam kesehariannya budaya menulis sekarang tidak seperti budaya menulis di zaman dulu tingkat kesulitannya. Di zaman dulu menulis dengan selembar kertas dan sebatang pulpen. Di zaman modrenisasi sekarang ini untuk mendapatkan atau menyebarkan secuil informasi tidak harus dengan selembar kertas lagi tapi dengan keaktifan penggunaan media yang semakin mendukung secara canggih. Setiap orang agar dapat memberikan pertanyaan dan pernyataan mengenai kehidupan yang dialaminya setiap hari. Hal ini banyak menjadikan  menulis sebenarnya bisa bercerita yang akan menjadi pemberitaan. Akan tetapi mengapa, pemahaman  paradigma kebiasaan kita lebih mengarahkan kepada banyak mengutip dari pada banyak menulis. ada pepatah lain yang mendukung teori kebiasaan , yaitu kebiasan menulis merupakan 'Alah bisa karena biasa'.
Seseorang itu akan menjadi bisa karena mereka terbiasa melakukannya, dan tidakakan pernah menjadi keterpaksaan kepada mereka untuk melakukan hal itu berulang kali. Oleh karena itu marilah bersama-sama kita galakka budaya banyak menulis dari pada banyak mengutip.
Ternyata mengutip yang benar juga tidak semudah yang kita bayangkan, mengutip yang sebenarnya itu bukan hanya sekadar copy/paste dan mencamtumkan sumber saja, akan tetapi memberikan sedikit argumen dna pernyataan mengenai topik yang kita kutip. dan di dalamnya kita memberikan sebuah sulusi yang berdampak manfaat bagi pembaca. Serta juga dapat menghindarkan kita dari panggilan "Plagiarisme".

Tanggapan Pembaca:

0 komentar:

Jasa Web Murah

Kabar UPI