02 April 2012

Maafkan Aku ...


Tujuan sebenarnya tidak lebih dari sekadar berbagi informasi dan pengalaman hidup, tapi ternyata menyalahi aturan yang ada, posting itu adalah kisah perjuangan seorang teman (baru kenal) dari salah satu desa terpencil di Jawa Barat, pengusaha kecil-kecillan pendidikan dan seorang guru ngaji. Dia itu lahir dari tanah seberang, beliau merantau di tanah pasundan hampir menyamai dengan usia yang dimilikinya.
Alkisah malam itu, kira-kira pukul 02.00 pagi dini hari, pintu kamarku yang berukuran kurang lebih 2 x 3 meter itu diketuk, Tok … tok ... tok … Assalamu’alaikum, dengan ceketan aupun mempukakan pintu. Kemudian ku lihat sesosok manusia setengah baya yag membawa tas ransel besar seperti ransel tentara. Oh mas, tiasa abdi ngiring bobok sawengi di dieu ? itu omongan yang pertama kali disampaikannya kepadaku.
Setelah bercerita panjang mengenai kisah hidupnya, akhirnya beliau aku izinkan untuk menginap di tempatku. Dengan nada pelan aku mengatakan, tiasa A lamun bade nginap mah, tapi ari KTP Aa kudu di dimpan heula. Boleh kalau kakak mau nginap di sini, kataku, akan tetapi KTP kakak harus disimpan di aku, begitu lancarnya aku berbicara kepadanya. Tak berapa lama dia lantas mengeluarkan sebuah kantong plastik hitam yang sudah kumal. Dan dari dalam kantong pelastik itu, dia keluarkan selembar KTP yang sudah lusuh dan hampir saja robek karena laminatingnya sudah lepas.
Setelah mempersilahkan untuk beristirahat, akupun kembali ke kamarku. Berhubung aku tinggal di sebuah Mesjid jadi aku harus segera tidur karena anti takut terlambat adzan sholat shubuh. Sambil berbaring aku terpikir dengan cerita Aa yang tadi, beliau jauh-jauh dari sebuah desa yang jauh dari khalayak ramai begitu semangatnya pergi ke Kota Jakarta hanya utnuk bisa mengikuti Workshop “Bisnis Lokal Go Online”. Ternyata masih ada orang-orang yang mempunyai kemauan yang keras untuk berjuang mencapai cita-cita dan perubahan hidup ke lebih baik. Berhubung mataku tidak juga mau tidur, dan aku punya keahlian tentang itu makanya aku buatkan dia beberapa webs gratis dari “Bisnis Lokal Go Online”, alasan lainya karena dia juga adalah seorang guru ngaji disebuah Mesjid di lemburnya, yang ingin membuat media yang baik untuk belajar al-quran, hampir sama dengan perjuangan hidupku dulu.
Tidak kerasa waktu di jam tanganku sudah menunjukkan pukul 04.30, itu pertanda abahwa sebentar lagi waktu shubuh sudah masuk, ketika aku beranjak mau ambil air wudu’, terdengarlah suara adzan dari mesjid sberang dan 5 detik setelah itu aku dengarkan juga lantunan suara yang sangat merdu di mesjid tempat aku itu, subhanallah, ternyata Aa itu yang adzan, suaranya sangat luar biasa seperti adzan shubuh di kota Madinah AlMunawaroh.
Setelah sholat shubuh beliau berpamitan dengan ku untuk melanjutkan perjalanan pulang ke kampungnya (lembur), ketika aku ingin menyerahkan KTP beliau sekalian aku bekalkan dia dengan beberapa lembar kertas yang berisikan nama domain dan cara-cara mengupdate (mengganti isi web) dan beberapa pragraf cerita hati.
Mungkin hanya segitu kutipan cerita pendek yang bisa aku tulis, cerita ini hanya sekadar unek-unek karena postingku di hapus oleh admin. Hampura …hampura … hampura, simkuring mah ngan jalmi biasa, anu pinuh ku khilaf sareng dosa. Hatur nuhun kasadayana. MERDEKA !!!

Tanggapan Pembaca:

0 komentar:

Jasa Web Murah

Kabar UPI