05 April 2012

Nyepitan Membawa Khikmah


Apa itu “Nyepitan”, kalau anda cari dalam Kamus Bahasa Indonesia anda tidak menemukannya. Nyepitan itu bersal dari “Basa Sunda” yang artinya hanmpir sama dengan “Sunatan”  atau “Khitanan”. Setiap anak atau orang dewasa yang berjenis kelamin laki-laki diwajibkan untuk melakukan hal ini, sebahagian kalangan juga menganjurkan untuk anak/orang dewasa perempuan. Banyak manfaat yang akan dirasakan ketika seseorang sudah  sunat, beberapa Dokter kelas Internasinal mengatakan, dengan adanya ritual atau kebiasaan khitan/sunat itu akan menghindarkan seseorang dari yang namanya penyakit kelamin, penyakit ini sangat ditankuti oleh orang-orang zaman sekarang.

Khitan/sunatan sebenarnya hanya diwajibakan bagi umat yang beragama Islam dan pengikutnya. Akan tetapi akhir-akhir ini banyak umat-umat beragama yang liannya juga melakukan hal yang sama, salah satu penyebab mereka juga ingin disunat/dikhitan adalah karena ingin bebas dari penyakit kelamin. Kali ini kita akan membahas mengenai khitan, sore tadi tanpa sengaja berpaspasan dengansa lah seorang anggotra dkm, kemudian dia mengajak saya untuk menghadiri acara selamatan, atau sering disebut dengan syukuran. Acara itu dilakukan karena salah satu incuk {cucu} mereka ada yang baru di khitan {Nyepitan}.

Di dalam adat sunda banyak cara yang dilakukan untuk ritual khitanan/nyepitan. Didaerah tempat kami ini kebanyakan pra masyarakat menghitan/menyepit dengan mengunakan bambu, bambu yang digunakan tidak sembarangan bambu, ad beberapa bambu khusuh yang tajam dan tidak bermiang{buat gatal}. Bambu ini di belah dan diambil sebahagian untuk dijadikan alat pemotong ketika melakukan khitan.

Memang kelihatannya masih ortodok, akan tetapi dengan mengunakan bantuan bambu ini biasanya anak sedang dikhitan tidak akan merasakan apa-apa. Malahan dengan metode seperti ini mereka lebih cepat sembuh dan terhindar dari yang namnya “Bontan”. Bontan adalah semacam penyakit terkecut terhadap sesuatu yang belum pernah dirasakan seseorang sebelumnya, dan biasanya ini akan bertampak vatal bagi orang tersebut.
Khikmah yang diberikan khitan/nyepitan ini tidak ahanya pada orang yang sedang dikhita, akan tetapi juga pada keluarga dan manyarakat sekitarnya. Banyak anak-anak sekarang kelakukan “Na’zubillahi Min Zalik”, beberapa pemuka masyarakat mengatakan, bahwasanya ritual atau acara khitan ini akan berpengaruh besar dengan masa depan sikap dan tingkah lagi anak tersebut dikemudian hari.

Muncuk pertanyaan, apakah orang-orang dulu, yakni seperti dizaman Rasulullah mereka juga pada dikhitan ??? Jawabannya iya, mereka semuanya dikhitan ada yang masih bayi dan ada juga yang setelah mereka dewasa. Di dalam Islam khitan itu merupakan suatu kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap orang tua kepada anak-anak mereka. Begitu juga bagi orang-orang yang baru masuk agama Islam atau sering disebut dengan Mualaf, mereka juga diwajibkan berkhitan terlebuh dahulu sebelum masuk agama Islam.

Tanggapan Pembaca:

0 komentar:

Jasa Web Murah

Kabar UPI