04 April 2012

Prof, soalnya rada ngaur ...


Kehidupan ini terkadang aneh, barusan ada kabar angin, soal-soal yang diberikan seorang guru besar muda sastra inggris itu dibilang ngaur oleh magister-magister muda sastra inggris, kebenarannya belum pasti terungkap, masih dalam tahap pencarian fakta dan aktual.
Terkadang menjadi seorang pendidik itu suka gigit lidah kita dibuatnya, gigit lidah dalam artian banyak kepada banyak pula perbedaan yang didapat, apalagi jika pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan cecara kualitatif.
Banyak kita temui dibeberapa perguruan tinggi ternama di Indonesia, hal-hal yang masih dipertanyakan tentang keberadaan seorang guru besar muda, mungkin kalau kita melirik ke negara tetangga mereka masih menamakan guru besar madya.
Jadi sebelum seseorang dinobatkan menjadi seorang guru besar ada tahapan pra guru besar yang disandangnya. Sebenarnya hal ini bertujuan untuk membiasakan penelusuran intelektual terhadap keabsahan guru besar yang kemudian hari akan diberikan kepadanya.
Berbeda di Indonesia, semenjak Indonesia menjadi pengekspor Mie Instan terbesar di ASEAN, masyarakat Indonesia lebih suk aberfikir instan, termasuk masyarakat intelektual di dalamnya, banyak rektor atau pimpinan-pimpinan pendidikan berkeinginan menjadi seorang birokrat yang ambisius terhadap dunia.
Jadi kesimpulannya, kita tidak bisa menyalahkan begitu saja karya atau penciptaan seseorang, termasuk selembar soal ujian atau ulangan. Setiap karya , setiap orang mempunyai jalan pemikiran dan perwatakan yang berbeda-beda yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menghargai hasil karya intelektual itu dengan mengatakan yang salah itu salah itu salah dan yang benar itu tetaplah benar.

Tanggapan Pembaca:

0 komentar:

Jasa Web Murah

Kabar UPI