08 Mei 2012

Bermula Dari Sebuah Cita-Cita, Menjadi Tidak Sekadar Mimpi


Cita-cita itu tidak begitu penting, seorang pasti memiliki cita-cita dalam hidupnya. Tidak perlu guru atau orang tua mewajibkanakan itu , atau bahkan sampai memaksa memiliki itu, setiap anak punya cita-cita.  Seperti itu juga aku, dalam menjalani tapakan-tapakan kehidupan aku selalu ingin dan selalu ingin lebih bisa, bahkan keingintahuanku ini membuat diriku menjadi tidak tertahankan dalam mencari sesuatu yang inginku cari, memang tidak pernah terduka dan disangka, sesungguhnya setiap perjuagan yang pernah kita lakukan atau mungkin kita hadiahkan kepada seseorang itu akan terjawab seiring dengan berjalannya waktu, malahan hal ini menjadikan aku hampir setengah kaya akan jasa yagn mungkin sudah terlupakan.  

Islam, tidak ada suruhan bercita-cita. Yang ada itu 'tholabul ‘ilmi faridlotun ‘ala kulli muslimin walmuslimat', muslim cowok dan muslim cewek berkewajiban menuntut ilmu. Yang utama tentu ilmu yang wajib kita punyai, kemudian ilmu yang ingin kita ketahui, atau ilmu yang kita sukai, ilmu apa saja. Dari situ kita belajar, menemukan berbagai pengalaman.

Tidak akan ada yang mengatakan salah, jika seseorang itu mempunyai cita-cita yang tinggi, hal ini akan lebih meyakinkan lagi apabila cita-cita itu dibarengi dengan niat yang tulus dan luhur untuk kemaslahatan sesama manusia. Banyak saran-saran pakar ilmu psikologi yang telah membuktikan ini sebelum diriku. Mungkin ini hanya sekadar sesuatu yang tidak mungkin bagi diriku. Akan tetapi sekarang sebaliknya, 'Bermula Dari Sebuah Cita-Cita, Menjadi Tidak Sekadar Mimpi'

Disertai kondisi-kondisi tertentu dan berbagai pengalaman inilah yang sebenarnya kemudian menciptakan cita-cita dengan sendirinya, tidak ada paksaan. Terbukti dari survei terhadap teman-teman yang aku adakan. Mayoritas cita-cita mereka berubah di setiap jenjang sekolah, berubah setelah menerima berbagai informasi dan pengalaman. Cita-cita itu muncul setelah adanya proses menuntut ilmu, belajar, menerima berbagai informasi, dan macam-macam pengalaman.

Cita-cita masih kuanggap tidak begitu penting, akan tetapi prinsip 'Bermula Dari Sebuah Cita-Cita, Menjadi Tidak Sekadar Mimpi' akan selalu memberikan semangat menjadi apa kita kelak suatu haru nanti. Cita-cita adalah ‘sekedar’ konsekuensi dari proses belajar kita. Cita-cita itu bukan tujuan kita. Bagaimana proses bisa berlangsung tanpa adanya tujuan? Mari kita pikirkan bersama ... MERDEKA !!!

Tanggapan Pembaca:

Jasa Web Murah

Kabar UPI