30 November 2012

Mencontek itu mematikan kreativitas & kepercayaan diri peserta didik










Banyak hal yang ada di lingkungan peserta didik yang kita kurang peka melihatnya. Salahsatunya yaitu dalam proses evaluasi hasil peserta didik. Evaluasi hasil belajar peserta didik berarti pengumpulan hasil belajar secara  bertahap dan sistematis untuk mengambil sebuah keputusan apakah dalam kenyataannya terjadi perubahan dalam diri peserta didik dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan tersebut. Proses evaluasi ini bertujuan untuk melihat sejauh mana peserta didik kita paham dan mengerti dengan materi yan telah kita sampaikan. Kebanyakan proses evaluasi yang terjadi kurang memberikan gambaran yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki peserta didik.
Tanpa kita sadari, bahwasanya proses evaluasi yang sering kita lakukan mengakibatkan peserta didik kita menjadi kurang memiliki kepercayaan diri. Menurut Thantaway  (2005:87), Kepercayaan diri adalah kondisi mental atau psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan sesuatu tindakan. Kita bisa buktikan masih banyak peserta didik kita yang tidak memiliki kepercayaan diri di dalam pelaksanaan evaluasi belajar.
Oleh karena hal tersebut, masih banyak peserta didik kita yang masih mencontek ketika diadakannya evaluasi. Peserta didik yang mencontek merupakan peserta didik yang tidak memiliki kepercayaan diri dalam proses evaluasi, dan kebanyakan mereka memiliki konsep diri negatif, kurang percaya pada kemampuannya, hal demikian itu sering menutup diri terhadap lingkungannya dan mengakibatkan hilangnya kreativitas diri peserta didik.
Mencontek pada saat ujian bagi sebagian peserta didik merupakan kebiasaan. Kebiasaan buruk tersebut jangan samapai menjadi bagian dari proses pembiaran dalam pendidikan, Tindakan tegas sudah sering dilakukan oleh tenaga pengajar untuk memperingatkan peserta didik yang mencontek. Banyak akibat buruk yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan mencontek. Akibat buruk tersebut diantaranya adalah menurunnya rasa percaya diri dan kreativitas peserta didik. Mencontek akan memberikan efek tidak percaya dengan dirinya sendiri. Dalam melaksanaan evaluasi akan muncul perasaan tidak yakin sehingga selalu ingin melihat orang lain sebagai alat ukurnya. 
Hal ini akan berakibat kepada peserta didik itu sendiri. Peserta didik tidak mau lagi menyelesaikan evaluasi dengan baik dan memilih untuk melihat (Mencontek/bekerja sama) dengan orang lain. Sikap demikian itu akan berbuntut kepada plagiarisme yang memungkinkan tidak akan ada ide-ide orisinil yang keluar dari pemikiran peserta didik sehingga tidak memunculkan kreativitas diri.
Salah satu upaya untuk mengurangi kebiasaan mencontek adalah dengan memberikan sangsi terhadap pencontek. akan tetapi langkah tersebut merupakan langkah sementara Mencontek, apalagi sudah menjadi kebiasaan, penanggulangannya tidak lagi kepada peserta didiknya, akan tetapi bagaimana kita tenaga pengajar atau tenaga kependidikan bisa membuat sebuah sistem pembelajaran, baik dari awal pembelajaran samapai akhir dapat meberikan kontribusi terhadap kebiasanaan negatif ini. Upaya nyata yang bisa dilakukan untuk mencegah peserta didik mencontek ketika diadakannya evaluasi diantaranya adalah dengan membuatkan team learning bagi peserta didik, sehingga masalah yang ditemui peserta didik selama proses pendidikan, dapat diselesaikan bersama "Team Learning". Dengan adanya "Team Learning" selain sebagai tempat untuk berbagi materi, dapat juga sebagai media untuk bersosialisasi dan bermain.Sehingga akan menghidupkan kembali kreativitas dan kepercayaan peserta didik.

Tanggapan Pembaca:

0 komentar:

Jasa Web Murah

Kabar UPI