25 Desember 2012

Perawat Berdakwah (obat) Melalui Murottal


Berdasarkan data Depkes RI diketahui 10 penyebab kematian terbanyak penyakit tidak menular sebagai berikut stroke (4,87%), perdarahan intrakranial (3,71%), septisemia (3,18%), gagal ginjal (3,16%), jantung (2,67%), diabetes melitus (2,16%), hipoksia intrauterus (1,95%), radang susunan saraf (1,86%), gagal jantung (1,77%) dan hipertensi (1,62%) (Depkes RI, 2007). Berdasarkan estimasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), secara global lebih dari 500 juta orang mengalami penyakit gagal ginjal kronik. Sekitar 1,5 juta orang harus menjalani hidup bergantung pada cuci darah. Sementara itu, di Indonesia, saat ini terdapat sekitar 70.000 penderita gagal ginjal kronik yang memerlukan cuci darah (Siswono, 2008). Kasus gagal ginjal di Jawa Tengah yang tertinggi adalah kota Surakarta 1497 kasus (25.22 %) dan yang kedua adalah Kabupaten Sukoharjo yaitu 742 kasus (12.50 %) (Dinkes Jateng, 2008).

Tindakan keperawatan untuk menangani masalah kecemasan pasien dapat berupa tindakan mandiri oleh perawat seperti tehnik relaksasi dan distraksi (Potter, 2005). Salah satu teknik distraksi yang digunakan untuk mengatasi kecemasan pada pasien adalah dengan murottal (mendengarkan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an), karena tehnik distraksi merupakan tindakan untuk mengalihkan perhatian seperti mendengarkan musik dan murottal (mendengarkan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an).

Dia menyarankan untuk memperdengarkan murottal Al-quran kepada setiap pasien rumah sakit. Dia bisa hapal surat-surat, minimal yang ada di Juz ‘Amma meskipun tidak menghapalkannya. Ketika suatu surat mulai dibacakan oleh orang lain, pasien dengan lancar bisa melanjutkan surat itu. Itu dikarenakan perawatnya selalu memasang tape murottal Al-Quran walaupun pasien itu sedang keadaan tertidur. Ternyata alam bawah sadar dirinya, mampu menyaring itu.

Mendengarkan murottal Al-Quran banyak sekali manfaatnya. Bacaan ayat Al-Quran yang merdu mempunyai gelombang yang sama dengan musik klasik Mozart, sehingga bisa menimbulkan relaksasi pada tubuh. Tentunya relaksasi itu bisa menjadi obat dari pada berbagai macam penyakit yang diderita oleh setiap pasien rumah sakit. Manfaatnya akan lebih terasa karena perawat tersebut sudah ikut berkontribusi dalam berdakwah dan mengajarkan Al-Quran kepada setiap pasiennya.

Tanggapan Pembaca:

0 komentar:

Jasa Web Murah

Kabar UPI