20 Juni 2018

Hati-hati Sindrom Pasca-Libur

Elearning Milaulas
Pasca-libur panjang, banyak pegawai yang merasa kurang bersemangat menghadapi kembali tumpukan pekerjaan. Gejala tersebut dikenal dengan istilah post-holiday syndrome atau back-to-work blues.


Dari kacamata psikologis, keengganan untuk kembali pada rutinitas normal pasca-liburan kebanyakan dipicu oleh bayangan negatif yang merasuki pikiran. Pikiran negatif tersebut akan menimbulkan rasa malas pergi ke kantor.

Nah, jika Anda termasuk orang yang mengalami gejala malas kembali bekerja, ada beberapa trik sederhana untuk menyegarkan semangat dan memulihkan mood bekerja setelah liburan panjang.

1. Ubah suasana ruang kerja
Misalnya, mengubah wallpaper pada layar komputer kerja atau ponsel dengan gambar-gambar yang menyenangkan suasana hati. Bisa juga dengan menata ulang meja kerja atau mendekorasinya dengan suasana baru yang lebih ceria, sehingga pikiran akan terpicu untuk melakukan penyegaran dengan sendirinya.


2. Santai tapi serius
Menurut psikolog Meredith Fuller, hari pertama kerja setelah libur panjang sebaiknya diisi dengan kegiatan yang lebih santai. Hal ini berguna untuk memberikan waktu transisi dari mood liburan ke mood bekerja.

“Pada hari pertama masuk kerja, jangan memaksakan diri untuk terburu-buru menyelesaikan tugas-tugas yang tertunda. Bekerja full time pada hari pertama akan membuat Anda malas, bosan, dan tidak bersemangat,” tutur terapis asal Australia itu.

Meskipun disarankan untuk bekerja lebih santai pada hari pertama, bukan berarti Anda harus mengendurkan konsentrasi dan menjadi tidak teliti karena ingin cepat-cepat pulang ke rumah. “Sebab, hal itu justru akan mengendurkan semangat kerja.”

3. Tebar aura positif
Mulai hari dengan senyuman. Berikan aura positif kepada rekan-rekan kerja dengan wajah sumringah. Jangan lupa untuk berbagi cerita dengan rekan sejawat mengenai pengalaman selama liburan agar suasana menghangat.

Suasana kerja yang hangat dan hubungan yang cair dengan rekan kerja akan membangkitkan semangat pasca-liburan. Sebaliknya, pikiran negatif bahwa Anda akan kembali bertemu rekan kerja yang tidak disukai hanya akan meredupkan gairah bekerja.

4. Redam sikap impulsif
Pada hari pertama kerja, sangat disarankan untuk tidak membuat keputusan besar yang dapat mempengaruhi semangat di kantor. Hindari potensi konflik dengan keluarga atau rekan kerja, atau keputusan signifikan, seperti memutuskan atau menandatangani kontrak atau membuat acara besar di kantor. Ada baiknya pada pekan pertama kerja diisi dengan kegiatan kreatif yang lebih rileks.

5. Jaga pola makan sehat

Meredith menjelaskan, selama libur panjang pikiran seseorang berada dalam mode off atau bebas dari pikiran-pikiran “berat”. “Saat kembali bekerja, tubuh akan dipaksa kembali ke mode on. Rasanya seperti dibangunkan dari tidur panjang. Nah, untuk kembali ke mode aktif, dibutuhkan energi lebih. Itulah mengapa pola makan yang baik harus dijaga setelah masuk kerja,” katanya.

BY MAJALAH TEMPO

Tanggapan Pembaca:

0 komentar:

Jasa Web Murah

Kabar UPI